Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), anggota DPR RI, dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyoroti pentingnya bulan Ramadhan sebagai waktu untuk meningkatkan empati dan berbagi, selain ibadah pribadi. Di tengah tantangan ekonomi global, termasuk peningkatan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan, Bamsoet mengajak masyarakat untuk bersatu melalui solidaritas sosial.
Meningkatkan Kepedulian Sosial
Melalui keterangannya pada Jumat, 28 Maret 2025, pada acara buka puasa bersama peringatan HUT ke-119 IMI dan santunan anak yatim di Jakarta, Bamsoet menyatakan bahwa Ramadhan adalah momentum berharga untuk:
-
Meningkatkan kepedulian sosial.
-
Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
-
Menunjukkan cinta kasih kepada sesama, khususnya yang kurang beruntung.
Pencapaian Sosial
-
Persoalan Kemiskinan: Bamsoet mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 yang menyebutkan sekitar 25,22 juta penduduk Indonesia (9.03%) hidup di bawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, aksi nyata berupa berbagi diharapkan meringankan beban ekonomi mereka.
-
Kesetaraan Ekonomi: Adanya ketimpangan distribusi kekayaan juga menjadi fokus, dengan upaya untuk mengurangi tekanan sosial akibat kesenjangan antara kelompok yang kaya dan kurang mampu.
-
Penguatan Persatuan: Melalui aksi berbagi, diharapkan egoisme dapat ditekan dan solidaritas diperkuat, serta nilai-nilai toleransi dan menghormati antar umat beragama semakin terjaga.
Harapan untuk Indonesia
Dengan 87,18% masyarakat Indonesia merayakan Ramadhan, bulan suci ini memiliki potensi luas untuk menyebarkan nilai-nilai kedamaian dan kepedulian. Melalui peningkatan kepedulian sosial, diharapkan bangsa Indonesia mampu bersatu lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Bamsoet juga menegaskan pentingnya aksi nyata dalam menyuarakan empati dan kepedulian, serta mengajak semua pihak, termasuk berbagai kalangan dan instansi terkait, untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat yang lebih harmonis dan berkeadilan.